Cara Mengatur Strategi Diskon Produk Kuliner Biar Omzet Merchant Melejit
Bagi Anda pemilik bisnis kuliner yang berjualan secara online di platform merchant seperti Tobaba, memberikan diskon adalah salah satu cara paling ampuh untuk menarik perhatian konsumen. Namun, asal memberikan potongan harga justru berisiko membuat bisnis Anda merugi atau "boncos".
Agar promosi yang Anda berikan efektif memicu ledakan orderan sekaligus menjaga profit tetap sehat, berikut adalah formula dan strategi menyusun skema diskon produk kuliner yang tepat:
1. Mainkan Taktik "Diskon Coret" (Potongan Harga Langsung)
Secara psikologis, mata konsumen akan langsung tertuju pada harga yang dicoret. Cara ini sangat efektif untuk menu-menu andalan yang ingin digenjot penjualannya. Strategi terbaiknya adalah menaikkan sedikit harga dasar (markup) yang masih dalam batas wajar, lalu berikan diskon coret sebesar 15% hingga 20%.
Pastikan harga setelah diskon tetap menutup biaya modal bahan baku (HPP) dan biaya operasional komisi aplikasi Anda.
2. Gunakan Strategi Bundling (Paket Hemat)
Daripada hanya mendiskon satu produk, kelompokkan beberapa menu menjadi satu paket. Misalnya, menggabungkan menu makanan berat, minuman segar, dan camilan ekstra.
- Contoh: Paket "Kenyang Tobaba" (Ayam Geprek + Es Teh + Tahu Krispi) seharga Rp25.000, dibanding beli satuan yang totalnya bisa mencapai Rp32.000.
Strategi bundling ini terbukti sukses meningkatkan Average Order Value (rata-rata nominal belanja konsumen dalam satu kali transaksi).
"Promosi yang sukses bukanlah tentang memotong keuntungan, melainkan tentang bagaimana meningkatkan volume penjualan agar margin keuntungan total menjadi lebih besar."
3. Buat Promo Minimum Belanja
Sering melihat promo seperti "Diskon Rp10.000 dengan minimal belanja Rp40.000"? Ini adalah teknik jitu memancing konsumen untuk menambah item jajanan lain ke keranjang belanja mereka.
Jika rata-rata harga menu Anda adalah Rp15.000, maka dengan menyetel minimal belanja Rp45.000, konsumen otomatis terdorong untuk membeli 3 porsi sekaligus agar bisa menikmati potongan harga tersebut.
4. Manfaatkan Promo Flash Sale di Jam-Jam Kritis
Bisnis kuliner sangat bergantung pada waktu. Manfaatkan momen "jam lapar" konsumen untuk mengaktifkan promo kilat (Flash Sale) berdurasi terbatas. Anda bisa mencoba menerapkan promo khusus pada jam makan siang (11.00 - 13.00) atau jam camilan sore menjelang malam.
Efek kelangkaan waktu ini membuat konsumen tidak berpikir terlalu lama dan langsung melakukan checkout pesanan saat itu juga.
Kesimpulan
Kunci utama dari melejitnya omzet merchant kuliner bukan terletak pada seberapa besar nominal diskonnya, melainkan seberapa konsisten dan tepat sasaran promosi tersebut dijalankan. Yuk, mulai atur ulang skema promosi di toko Anda dan maksimalkan pengiriman kilatnya bersama kurir andalan Tobaba!